Mau Mukadimah Tapi Kok Penampilannya Begini Ilustrasi

Mau Mukadimah Tapi Kok Penampilannya Begini

Ini lagi, mau bikin dongeng yang kesekian kalinya, malah penampilan beranda depan tidak terlihat rapi. Biasanya ini disebabkan JavaScript atau CSS yang bentrok atau eror. Mungkin ada JS atau CSS kena minify, jadi berantakan begini. Cuma waktu mencari dalaman daftar plugin yang dipakai, kok yah tidak terlihat pakai plugin apa. Adanya yang terdeteksi plugin cache, dari KeyCDN, si Cache Enabler.

Tadi dikirain karena cache dari perangkat lunak penjelajah yang dipakai, tapi kan pengaturan penjelajah yang dipakai menggunakan pengaturan atau mode penyamaran atau icognito. Jadi si JS atau CSS cache tidak tersimpan. Lalu karena penasaran, dicoba lagi di penjelajah yang berbeda, mungkin ada asumsi yang salah. Eh ternyata penambilannya masih terlihat tidak rapi.a

Mau Mukadimah Tapi Kok Bahas Penampilan

Sampai lupa bahas mukadimah. Mukadimah itu bisa dibilang pengantar atau prolog. Bahasa gaulnya adalah perkenalan, salam kenal. Cuma yah itu jadi lupa mau bahasa apa dalam salam mukadimah ini, malah bahasnya penampilan beranda yang berantakan.

 

Kok Penampilannya Begini apollodatatech
Kok Penampilannya Begini apollodatatech

Memang itu risiko kalau fokus pada kecepatan akses blog yang cepat dengan cara mengecilkan atau minify si JavaScrip atau CSS. Sudah sering sih kejadian begini. Tadinya mau mencari nama plugin jadi bisa ditebak apa yang salah kok bisa penampilan beranda berantakan. Cuma entah kenapa tidak terlihat daftar plugin yang dipakai lewat penerawangan sederhanan.

Sudah Dulu Mukadimah Kali Ini

Padahal masih banyak tersisa target tapi ingin disudahi. Biar pikiran agak segaran, minum dulu seteguk air putih. Aneh juga, pikiran yang segar tapi air minum yang diseruput yang dibahas. Memang canggih tubuh ini, semoga aliran air putih yang diminum bisa menuntaskan pembahasan mukadimah kali ini.

Soal penampilan, semoga saja besok bisa diatasi kenapa penampilan depan bisa jadi berantakan. Hal yang terpenting malam ini diselesaikan dulu mukadimah atau kata perkenalan kali ini. Jadi setelah ini bisa melanjutkan dongeng yang biasa diceritakan. Bukan dongeng, tapi lebih tepatnya karangan bebas, sebebas aliran pemikiran ini mengalir. Nah saatnya sedikit menuntaskan mukadimah yang membahas soal penampilan. Semoga besok tidak berantakan lagi dan tampilannya jadi lebih rapi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *